Jepang Menutup Perbatasan, Larangan Masuk bagi Seluruh Warga Asing

- Selasa, 30 November 2021 | 11:36 WIB
ilustrasi
ilustrasi

HALUAN JAMBI- Jepang menutup perbatasannya upaya untuk mencegah mewabahnya virus corona B.1.1.529 atau Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel).

Penutupan dimulai hari ini, Selasa 30 November 2021, "Kami akan melarang masuknya (baru) orang asing dari seluruh dunia mulai 30 November," kata Perdana Menteri Fumio Kishida dikuti dari CNBC Indonesia, Selasa (30/11/2021).

Aturan ini disebut tak akan berlaku bagi orang pemegang residensi Jepang yang dalam perjalanan kembali. Mereka dan warga Jepang dapat tetap masuk dengan aturan karantina ketat.

Sejumlah pemegang residence dan warga Jepang yang kembali dari Afrika akan dikarantina sepuluh hari. Ini berlaku untuk asal Afsel, Namibia, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe, Botswana, Zambia, Malawi, dan Mozambik harus dikarantina ketat.Aturan ini disebut tak akan berlaku bagi orang pemegang residensi Jepang yang dalam perjalanan kembali. Mereka dan warga Jepang dapat tetap masuk dengan aturan karantina ketat.

Sejumlah pemegang residence dan warga Jepang yang kembali dari Afrika akan dikarantina sepuluh hari. Ini berlaku untuk asal Afsel, Namibia, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe, Botswana, Zambia, Malawi, dan Mozambik harus dikarantina ketat.

Sementara warga yang pulang dari negara selain itu, namun memiliki kasus Omricon juga haras menjalani karantina 10 hari. Meski belum mendeteksi kasus Omicron tetapi, Institut Nasional Penyakit Menular Jepang sedang menganalisis kasus seorang pelancong dari Namibia yang baru-baru ini dites positif terkena virus corona.

"Saya bertanggung jawab penuh untuk itu," tambah Kishida.

Di awal pandemi, Jepang vampier menutup semua perbatasannya untuk asing. Namun November lalu aturan dilonggarkan bagi bisnis dan siswa asing.

Editor: Nuraini

Sumber: harian haluan.com

Tags

Terkini

Terpopuler

X