FBI Tetap Bisa Intip Chat di WhatsApp Walau Terenkripsi, Benarkah?

- Senin, 6 Desember 2021 | 08:03 WIB
ilustrasi/foto: istimewa
ilustrasi/foto: istimewa

HALUAN JAMBI- Selama ini para pengguna layanan perpesanan instan mobile seringkali merasa aman karena adanya jaminan fitur enkripsi end-to-end di dalam aplikasinya.

Namun rupanya, berdasarkan laporan terbaru Rolling Stone, dilansir dari Daily Star, terungkap sebuah dokumen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang bocor berisikan keterangan bahwa badan intelijen dapat meminta data pribadi pengguna di lebih dari sembilan layanan pesan terenkripsi.

Kesembilan layanan perpesanan tersebut di antaranya iMessage, Line, Signal, Telegram, Threema, WhatsApp, Wickr, Viber, dan WeChat.

Meskipun pesan pribadi pengguna di kesembilan aplikasi perpesanan tersebut telah terenkripsi end-to-end, FBI dapat mengumpulkan metadata secara real-time. Metadata yang dikumpulkan ini termasuk nomor telepon pengguna, alamat IP, lokasi, stempel waktu pesan, dan siapa yang telah dihubungi pengguna dari waktu ke waktu.

Informasi dari metadata yang dikumpulkan ini dapat digunakan untuk menyatukan gerakan dan kontak pengguna secara akurat, tanpa merusak enkripsi end-to-end yang dijanjikan WhatsApp kepada pengguna.

Baca Juga: Berikut 5 Makanan yang Harus Dihindari saat Sarapan

Walaupun kelihatannya tidak terlalu berbahaya, namun hal ini dapat menimbulkan konsekuensi bagi pelapor atau mereka yang membutuhkan kerahasiaan agar tetap aman.

Meski begitu, seorang juru bicara WhatsApp mengatakan kepada Independent bahwa isi semua obrolannya tetap aman dan terenkripsi sepenuhnya.

"Semua pesan yang Anda kirim ke keluarga dan teman di WhatsApp dienkripsi. Kami tahu bahwa orang ingin layanan perpesanan mereka dapat diandalkan dan aman - dan itu mengharuskan WhatsApp memiliki data yang terbatas," kata WhatsApp.

"Kami dengan hati-hati meninjau, memvalidasi, dan menanggapi permintaan penegakan hukum berdasarkan hukum yang berlaku, dan jelas tentang ini di situs web kami dan dalam laporan transparansi reguler," sambungnya.

Halaman:

Editor: Nuraini

Sumber: harian haluan.com

Tags

Terkini

Terpopuler

X