Presidensi G20: Indonesia Mengajak Dunia Mempercepat Pemulihan Ekonomi Global

- Sabtu, 20 November 2021 | 12:50 WIB
Kemenko Airlangga Hartarto/foto: istimewa
Kemenko Airlangga Hartarto/foto: istimewa

HALUAN JAMBI- Melalui forum G20, Indoneseia berkesempatan mengajak upaya kolektif dunia mewujudkan kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi global secara inklusif.

“Ini adalah momentum untuk menjaga Kawasan Indo Pasifik yang netral, sebab pertumbuhan ekonominya yang relatif tinggi, dan ini adalah eranya untuk Asia," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Ia menjelaskan, Presidensi G20 yang diadakan oleh Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Airlangga mengungkapkan, sedikitnya terdapat tiga manfaat besar bagi Indonesia dengan menjadi Presidensi G20, yakni manfaat ekonomi, pembangunan sosial, dan politik.

"Dari aspek ekonomi, beberapa manfaat langsung yang diproyeksikan dapat tercapai dengan menjadi Presidensi G20 (terutama jika pertemuan dilaksanakan secara fisik) antara lain adalah peningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp7,4 triliun, dan pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor," jelasnya.

Sehingga secara agregat, diperkirakan manfaat ekonominya dapat mencapai 1,5 – 2 kali lebih besar dari pelaksanaan IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Bali, karena pelaksanaan pertemuan G20 tahun depan yang direncanakan sejumlah 150 pertemuan dan side events selama 12 bulan.

“Terutama untuk sektor akomodasi, makan-minum, pariwisata, dan yang terpenting adalah branding Indonesia di dunia internasional. Dalam jangka panjang, branding itu akan meningkatkan confidence dari negara-negara lain terhadap Indonesia, dan Indonesia dapat menjadi central stage di dunia,” imbuh Airlangga.

Ia juga mengatakan, setelah G20, Indonesia juga akan memimpin ASEAN, sehingga ini (G20) sangat tepat waktu, karena saat ini ASEAN merupakan wilayah cukup tenang dengan pertumbuhan tinggi.

"Semoga Indonesia juga bisa membawa basis filosofi yaitu konsultasi dan konsensus, konkretnya adalah musyawarah mufakat, dalam forum G20 tersebut,” tutupnya.

Editor: Nuraini

Sumber: infopublik.id

Tags

Terkini

Akademisi Bela Ketua Umum HIPMI Mardani H Maming

Kamis, 21 April 2022 | 14:25 WIB

Gunung Kerinci Sudah 14 Tahun Level Waspada

Sabtu, 11 Desember 2021 | 12:02 WIB
X