Kurangi Emisi Karbon, PT Pupuk Indonesia Kembangkan Pupuk Ramah Lingkungan

Nuraini
- Rabu, 2 Maret 2022 | 12:58 WIB
ilustrasi PT Pupuk Indonesia
ilustrasi PT Pupuk Indonesia

Sementara jangka panjang, dijelaskan Bakir Pasaman, Pupuk Indonesia akan memproduksi Green Ammonia yang berasal dari sumber energi terbarukan (EBT).

Adapun rinciannya seperti pembangkit tenaga air, solar cell, angin, dan geothermal.

Untuk mewujudkan hal ini, Pupuk Indonesia menjalin kerjasama dengan PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) tentang pengembangan industri ramah lingkungan.

Ketiga perusahaan pelat merah ini menandatangani MoU tentang Green Industry Cluster yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury.

Bakir Pasaman mengatakan bahwa upaya kerjasama ini merupakan langkah yang tepat menuju industri pupuk yang akan memproduksi green ammonia yang ramah lingkungan.

Menanggapi hal demikian, Wamen BUMN I Pahala Mansury berharap kerjasama yang dilakukan Pupuk Indonesia, PLN, dan Pertamina dapat direalisasikan dengan baik.

"Ini semua saya harapkan betul-betul bisa kita fokuskan, outcome-nya atau ujung-ujungnya bagaimana kita bisa mengembangkan kawasan industri yang betul-betul bisa memanfaatkan energi hijau di kawasan-kawasan tersebut," kata Pahala.

Dalam MoU Green Industry Cluster, ketiga perusahaan BUMN ini akan memanfaatkan dan mendorong penggunaan EBT pada kawasan industri eksisting.

Yang mana dalam hal ini di beberapa kawasan industri anak usaha Pupuk Indonesia yaitu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), PT Petrokimia Gresik (PKG), dan Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Kerja sama ketiga BUMN ini akan dibagi menjadi tiga tahap. Sebagai tahap awal, beberapa kawasan industri pupuk didorong untuk memanfaatkan listrik yg bersumber dari energi baru dan terbarukan.

Untuk selanjutnya ketiga BUMN ini akan terlibat aktif dalam pengembangan green hidrogen dan green amonia, mulai dari pilot plant hingga pendirian pabrik tersebut.

Halaman:

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

Akademisi Bela Ketua Umum HIPMI Mardani H Maming

Kamis, 21 April 2022 | 14:25 WIB

Gunung Kerinci Sudah 14 Tahun Level Waspada

Sabtu, 11 Desember 2021 | 12:02 WIB
X